Sebelum Anggota DPR, 3 Peristiwa Penjarahan Pernah Guncang Indonesia
- Commons Wikimedia/The Republic of Indonesia
Bogor –Melihat kondisi rumah beberapa pejabat Indonesia yang saat ini dijarah oleh sejumlah orang membuat kita mengenang kembali sejarah kelam bangsa ini. Ternyata penjarahan bukan hanya terjadi pada tahun ini saja. Di masa lalu, Indonesia pernah mengalami kondisi suram akibat demonstrasi yang berujung pada penjarahan harta benda.
Timeline Sejarah Penjarahan di Indonesia
1. Revolusi Kemerdekaan Indonesia
Pada masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia, orang-orang Eropa mengalami periode kekerasan yang terjadi pada kurun waktu 1945-1950. Sebanyak 3.500 hingga 20.000 orang terbunuh dalam kekacauan, kerusuhan, dan penjarahan.
Orang-orang Belanda di Indonesia menjadi sasaran dalam kekerasan dan penjarahan akibat dendam rakyat terhadap penjajahan. Penjarahan dan pembunuhan pada periode ini menjadi masa kelam sejarah penjarahan di Indonesia.
Memang Indonesia pada saat itu sedang berperang melawan Belanda untuk mengusir mereka dari tanah air kita. Kerusuhan ini kemudian memperkeruh hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda pada masa setelahnya.
2. Peristiwa PKI 1960
Sejarah kelam penjarahan di Indonesia yang kedua terjadi pada tahun 1960. Kala itu kondisi negara sedang mengalami ketidakstabilan politik pasca pemilu 1955. Munculnya Partai Komunis Indonesia memperkeruh suasana politik di dalam negeri. Ketegangan antara kelompok politik berbeda, PKI dan militer menjadikan situasi tidak terkendali.
Kekerasan dan kerusuhan berlangsung hingga peristiwa G30S/PKI tahun 1965, di mana mereka yang terlibat PKI ditangkap oleh militer dan diadili. Kecurigaan terhadap PKI terus meluas. Kerusuhan dan penjarahan terjadi pada mereka yang terlibat PKI dan diduga terlibat komunisme.
Pada periode 1960-1965, warga Tionghoa di Indonesia mengalami perampasan tanah, rumah, toko, dan penjarahan di beberapa daerah. Kedekatan Soekarno dengan Republik Rakyat Tiongkok yang komunis memberikan kesan bahwa warga Tionghoa lebih dekat terpapar ideologi komunisme.
Walaupun menurut Dr Evi Lina Sustrisno, peneliti pengajar di Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM menyebutkan bahwa warga keturunan Tiongkok sejatinya bukan sasaran utama dalam peristiwa 1965.
3. Kerusuhan Mei 1998
Peristiwa kekerasan dan penjarahan ketiga terjadi pada tahun 1998. Kala itu Indonesia mengalami krisis ekonomi sejak Juli 1997 yang memicu kemarahan publik dan demonstrasi besar-besaran.