Perpustkaan Masjid Al Muttaqin Bogor dan Upaya Pengembangan Literasi
- Yuni Retnowati
Sesama penerima donasi 1000 buku dari perpusnas, kedua masjid ini sebenarnya bisa menjadi masjid yang menginspirasi masjid-masjid lainnya dalam mendirikan perpustakaan. Kendala teknis pastinya akan ada, sebagaimana dijelaskan oleh pengelola perpustakaan. Bu Ita, sebagai salah satu pengurus DKM masjid Al Muttaqin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah pernah mengajukan proposal renovasi agar ruang perpustakaan bisa lebih representatif dan menjadi ruangan yang nyaman dan bisa dipasang AC. Tapi hingga kini pihak DKM belum bisa merealisasikan. Namun penulis yakin, apapun kendalanya, sinergi dengan masyarakat, lembaga NGO, penerbit dan juga pemerintah dapat memuluskan apa-apa yang menjadi cita-cita perpustakaan masjid.
Di zaman nabi ada as-shuffah, berupa pemondokan yang ada di serambi masjid. Pada masa Nabi SAW, ada 9 lembaga as-shuffah, termasuk yang ada di Masjid Nabawi. Nabi SAW pernah mengangkat Ubay ibn as-Shamith sebagai guru As-Shuffah. Selain itu, Majlis Al-‘Ilm atau Majelis an-Nabi yang berbentuk halaqah (pertemuan) selalu dinantikan kehadirannya. Bentuk halaqah diminati karena tumbuhnya perasaan rindu dan besarnya semangat terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Penulis membayangkan jika di zaman ini kita memiliki shuffah-shuffah seperti ini tentu percepatan literasi akan semakin baik, terutama literasi Islami. Shuffah tersebut bisa diisi dengan program kajian, bedah buku, program berkisah tentang siroh Nabi, menghapal Al Qur'an, seni Islami, dll yang akan membangkitkan ghirah keislaman.
Demikianlah, dari literasi menuju halaqoh yang menguatkan jiwa-jiwa para sahabat nabi. Memberikan sumber energi yang tidak pernah habis untuk menjadi bahan bakar dilanjutkannya estafet risalah Islam. Maka, menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan literasi akan memberikan dampak pada wajah peradaban Islam. Sebab nilai-nilai yang diwariskan untuk generasi Islam ke depan sudah seharusnya merupakan nilai-nilai yang akan membawa mereka pada kegemilangan Islam di abad-abad lalu. Agar kejayaan itu terulang kembali.
Semoga ke depan masjid-masjid di kota Bogor saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan perpustakaan masjid di semua wilayah kota Bogor. Tidak ada yang tidak mungkin jika semua diawali dari niat lurus menghidupkan tradisi literasi Islam.