APOB Boyolali Sukses Kembangkan Beras SRP Ramah Lingkungan Bersama Rikolto

Koperasi Produsen Asosiasi Petani Organik Boyolali (APOB)
Sumber :
  • Istimewa

Kini APOB menaungi 1.842 petani yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Boyolali, dengan rata-rata produksi mencapai 6,5–7 ton per hektare per musim tanam.

Petani di Sukajaya Panen Puluhan Ton Bawang Merah, Dikirim Hingga Papua

Sebagian besar petani bahkan mampu menanam hingga tiga kali dalam setahun. Dukungan terhadap gerakan pertanian SRP ini juga datang dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP).

APOB mendapatkan hibah berupa Rice Milling Unit (RMU) dan bangunan pengolahannya sebagai bentuk dukungan terhadap rantai pascapanen beras berkelanjutan.

Bambang Pamungkas: Evaluasi Timnas Harus Dilakukan oleh yang Berkompeten

Murbowo berharap pemerintah terus memperhatikan kebutuhan petani, terutama dalam hal ketersediaan pupuk dan sarana produksi yang mudah dijangkau. “Kami berharap akses pupuk dan alat produksi bisa lebih mudah dan murah. Dengan begitu, petani makin semangat menjaga sistem SRP ini,” ujarnya.

Dengan harga gabah yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram, para petani Boyolali mulai menikmati hasil nyata dari praktik pertanian SRP. “Harga yang stabil membuat kami semakin percaya diri. Kami akan terus menjaga kualitas beras SRP agar Boyolali dikenal sebagai penghasil beras sehat dan berkelanjutan,” tutup Murbowo.

Jay Idzes Tak Sepakat Komentar Negatif Warganet Terhadap Ketum PSSI