Kesepuhan Malasari, Penjaga Tradisi Adat di Jantung Halimun
BOGOR – Di tengah hamparan hijau Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, berdiri sebuah komunitas adat yang masih teguh memegang kearifan leluhur, Komunitas ini dikenal dengan nama Kesepuhan Malasari, bagian dari masyarakat adat Kesepuhan Banten Kidul yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Kesepuhan Malasari tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat adat, tetapi juga pusat tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakatnya masih memegang teguh prinsip harmoni dengan alam, terlihat dari sistem pertanian padi huma dan sawah yang tetap lestari hingga kini.
Kegiatan adat yang paling menonjol adalah Seren Taun, sebuah ritual tahunan yang menjadi ungkapan syukur atas hasil panen padi, Acara ini digelar dengan penuh khidmat, diiringi doa, musik tradisional, serta prosesi adat yang melibatkan seluruh warga, Seren Taun bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga daya tarik wisata budaya bagi masyarakat luas.
Pemangku adat atau kasepuhan berperan penting dalam menjaga tatanan kehidupan warga, Nilai-nilai adat yang dipegang, seperti gotong royong, musyawarah, serta penghormatan pada leluhur dan alam, menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan komunitas.
Kini, Kesepuhan Malasari juga dikenal sebagai desa wisata adat, yang banyak dikunjungi wisatawan untuk menyaksikan langsung tradisi, budaya, sekaligus menikmati keindahan hutan Halimun yang masih alami, Kehadiran wisata ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi warga tanpa mengurangi esensi adat yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Dengan segala keunikan dan kekayaannya, Kesepuhan Malasari menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal masih hidup dan terus berkembang di tengah modernisasi.