Panduan Membangun Pergaulan Islami di Lingkungan Sekolah
- Istimewa : birokratcerdas.org
Bogor –Sekolah merupakan institusi pendidikan yang tidak hanya bertanggung jawab mencerdaskan peserta didik secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mereka. Salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter adalah pergaulan. Pergaulan yang sehat akan melahirkan generasi berakhlak mulia, sedangkan pergaulan yang salah dapat merusak moral dan masa depan peserta didik.
Ilustrasi pendidikan Islam.
- Istimewa : birokratcerdas.org
Oleh karena itu, sekolah perlu membangun pergaulan yang Islami, yakni pergaulan yang sesuai dengan tuntunan syariat, menguatkan iman, dan menumbuhkan budaya saling menghormati.
Prinsip-Prinsip Pergaulan Islami
1. Landasan Iman dan Taqwa
Setiap bentuk interaksi antar peserta didik harus mengantarkan mereka untuk semakin dekat kepada Allah SWT.
2. Menjaga Adab dan Akhlak
Pergaulan harus dibangun di atas nilai kesopanan, kejujuran, dan saling menghormati.
3. Menghindari Kemudharatan
Segala bentuk pergaulan yang menimbulkan permusuhan, kekerasan, perundungan (bullying), atau pergaulan bebas harus dicegah.
4. Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Peserta didik didorong untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang santun.
Strategi Membangun Pergaulan Islami di Sekolah
Untuk mewujudkan pergaulan Islami, sekolah dapat menerapkan strategi berikut:
1. Penanaman Nilai-Nilai Keislaman
Memberikan pemahaman tentang ukhuwah Islamiyah melalui mata pelajaran, khutbah, atau pesan harian.
Membiasakan peserta didik memberi salam, berjabat tangan, dan menunjukkan sikap saling menghargai.
2. Pembiasaan Kegiatan Kolektif
Melaksanakan shalat berjamaah, tilawah pagi, dzikir, dan doa bersama.
Mengadakan kegiatan sosial seperti bakti lingkungan dan program sedekah rutin untuk menumbuhkan kepedulian.
3. Pengaturan Batasan Pergaulan
Menyusun tata tertib yang mengatur interaksi antara peserta didik laki-laki dan perempuan agar tetap terjaga sesuai syariat.
Mencegah praktik pacaran atau pergaulan bebas melalui bimbingan konseling yang bersifat edukatif.
4. Penciptaan Lingkungan Sekolah yang Kondusif
Menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan Islami seperti mushalla, perpustakaan islami, dan area diskusi yang positif.
Menjaga kebersihan, ketertiban, dan suasana sekolah agar nyaman untuk belajar dan berinteraksi.
5. Teladan Guru dan Tenaga Kependidikan
Guru menjadi contoh dalam berbicara sopan, bersikap adil, dan berinteraksi sesuai etika Islam.
Menguatkan hubungan guru-siswa dengan pendekatan kasih sayang, bukan sekadar hubungan formal pengajar-peserta didik.