Hubungan Mindfulness Dan Depresi Dalam Tinjauan Islam dan Ilmu Psikologi
- Yuni Retnowati
Hanya sedikit publikasi yang telah mendiskusikan depresi pada remaja secara menyeluruh, meskipun beberapa penelitian telah menemukan bahwa awal kemunculan depresi dimulai sejak awal periode kehidupan tersebut. Mengetahui hubungan antara mindfulness dan depresi pada remaja di Indonesia diperlukan sebagai landasan awal untuk penelitian selanjutnya dan memberikan panduan untuk terapi mindfulness dalam mengatasi depresi pada remaja di Indonesia. Menggunakan metode kuantitatif dan desain korelasional, Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) dan kuesioner depresi yaitu BDI, disebarkan kepada 200 remaja. Dari hasil analisis menggunakan korelasi Spearman, diketahui bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara mindfulness dan depresi, terutama pada dimensi acting with awareness dan non judging of inner experience. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi skor mindfulness pada dimensi acting with awareness dan non judging of inner experience, maka semakin rendah skor depresi yang dimiliki remaja.
Latihan mindfulness dalam Islam sebenarnya sudah menjadi bagian dari ajaran dan ibadah sehari-hari. Dalam Islam, mindfulness dikenal dengan konsep seperti khusyuk, murāqabah (kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi), dzikir, dan muhasabah (evaluasi diri). Mindfulnes dalam Islam berarti melakukan ibadah dengan penuh kesadaran khauf (takut) dan roja' (berharap).
Berikut ini adalah beberapa latihan mindfulness dalam Islam yang bisa kamu praktikkan setiap hari untuk menumbuhkan ketenangan, kesadaran, dan koneksi spiritual:
1. Niat yang Sadar (قبل العمل - Sebelum Melakukan Sesuatu)
“Innamal a’malu binniyat…”
(Sesungguhnya segala amal tergantung pada niat) – HR. Bukhari & Muslim
Sebelum berbuat, berhenti sejenak dan tanyakan pada diri, apakah ini semua untuk Allah?
2. Shalat dengan Khusyuk
Shalat adalah bentuk mindfulness tertinggi dalam Islam — hadir secara penuh lahir dan batin saat menghadap Allah. Saat takbiratul ihram, hadirkan pikiran bahwa kamu sedang bertemu dengan Allah. Rasakan setiap gerakan dan makna bacaan. Fokus pada napas saat ruku’ dan sujud.
"Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku."
(QS. Thaha: 14)
3. Dzikir dengan Kesadaran
Dzikir bukan hanya ucapan di lisan, tapi juga harus dirasakan di hati. Ucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar dengan pelan dan sadar. Rasakan makna setiap kalimatnya.