Hubungan Mindfulness Dan Depresi Dalam Tinjauan Islam dan Ilmu Psikologi
- Yuni Retnowati
Subhanallah → Allah Maha Suci dari segala kekurangan.
Alhamdulillah → Segala puji milik Allah.
Allahu Akbar → Allah Maha Besar, lebih dari segalanya.
4. Muhasabah (Evaluasi Diri)
Mindfulness juga berarti menyadari kesalahan, niat, dan tujuan hidup. Sebelum tidur, ambil waktu 5 menit untuk merenung :
Apa yang sudah aku lakukan hari ini?
Apa niatku tadi benar-benar karena Allah?
Apa yang harus aku perbaiki besok?
Akhiri dengan istighfar
5. Murāqabah (Merasa Diawasi Allah)
Mindfulness dalam Islam bukan hanya sadar terhadap diri, tapi juga sadar bahwa Allah melihat dan mendengar. Tanamkan dalam hati: “Allah melihatku.” Saat marah, kecewa, atau tergoda maksiat, tarik napas dan ucapkan, “A’udzu billahi minasy-syaitonir rajim.”
6. Tafakur (Merenungi Alam dan Ciptaan Allah)
Melihat ciptaan Allah dan mengingat kebesaran-Nya adalah bentuk mindfulness. Luangkan waktu 5–10 menit untuk melihat langit, pohon, air, atau tubuh sendiri. Renungkan bahwa semua ini ciptaan Allah, dan aku adalah bagian dari rencana-Nya. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi… terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190)
7. Makan dengan Adab dan Kesadaran
Makan dalam Islam juga diajarkan dengan mindfulness. Mulai dengan doa. Makan perlahan dan syukuri rasa makanan.
Hindari makan sambil marah, tergesa-gesa, atau tanpa doa.