Apdesi Kecamatan Cigudeg Ajukan Audiensi, Gubernur Jawa Barat Siapkan Dua Opsi

Surat permohonan audiensi Apdesi Kecamatan Cigudeg
Sumber :

Bogor, VIVA Bogor - Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor mengirim surat permohonan audiensi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Warga Parungpanjang Berikan Bukti, Truk Tambang Masih Lalu Lalang Malam Hari

Dalam isi surat tertanggal 8 Oktober 2025 tersebut, pihak Apdesi Kecamatan Cigudeg menjelaskan bahwa permohonan audiensi tersebut terkait adanya berbagai dampak sosial akibat penutupan kegiatan usaha pertambangan oleh Pemprov Jawa Barat.

Dari dokumen surat yang diterima redaksi, surat itu ditandatangani pengurus Apdesi Kecamatan Cigudeg serta seluruh Kepala Desa yang berada di kecamatan tersebut.

A Nde Lantang Suarakan Lima Aspirasi Warga Sukamaju, Pemulihan Ekonomi hingga Infrastuktur Pascabencana

Dikonfirmasi adanya surat permohonan audiensi Apdes Kecamatan Cigudeg kepada Gubernur Jabar KDM, Camat Cigudeg Ade Zulfahmi hanya memberi jawaban singkat. "Muhun (Iya-red)," ucap Camat Cigudeg Ade Zulfahmi, Minggu 12 Oktober 2025.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan jika Pemprov Jabar tetap melanjutkan keputusan untuk penutupan aktivitas pertambangan di tiga wilayah kecamatan Bogor Barat.

DIduga Buntut Penutupan Galian Tambang, Aktivis Dapat Intimidasi, KDM Bilang Begini

Dikutip dari unggahan video di akun media sosial nya, KDM mengatakan memahami dan berterimakasih atas semua keluhan, rasa benci dan marah para pihak yang saat ini terdampak penutupan aktivitas tambang.

KDM menjelaskan, Pemprov Jabar telah mempersiapkan 2 opsi untuk mengatasi hal tersebut. Opsi Pertama pemberian bantuan sosial senilai 2 - 3 juta rupiah perbulan bagi setiap Kepala Keluarga atau setiap pekerja pertambangan yang terdampak penutupan.

Opsi Kedua, memberikan pekerjaan bagi para kuli ganjur, kuli belah baru, sopir truk, operator alat berat dan pihak lainnya yang terdampak. Mereka akan dipekerjakan di sejumlah SKPD Pemprov Jabar yang saat ini membutuhkan dan digaji dengan UMK.

"Saya akan mempersiapkan realisasi untuk kebutuhan tersebut. Jika masih ada yang marah atau benci, saya nggak masalah. Yang penting saya dapat berguna bagi kepentingan orang banyak," tukas KDM.*