Yayasan Jabar Quran Indonesia dan PPUMI Luncurkan SPPG 1 Terintegrasi : Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Gizi Anak

Yayasan Jabar Quran Indonesia dan PPUMI Luncurkan SPPG 1 Terintegrasi:
Sumber :
  • Muhammad Aprian Romadhoni

Bogor, VIVA BogorYayasan Jabar Quran Indonesia bersama Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) resmi melakukan soft launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Terintegrasi, Ahad 12 Oktober 2025. Program ini menjadi pilot project nasional dalam upaya pemenuhan gizi anak, ibu hamil, serta pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku UMKM.

Langkah KPK Kaji Pelaksanaan Program MBG

Yayasan Jabar Quran Indonesia dan PPUMI Luncurkan SPPG 1 Terintegrasi:

Photo :
  • Muhammad Aprian Romadhoni


Acara yang digelar di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga masyarakat, antara lain perwakilan Kementerian UMKM, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Kodim, camat, serta para kepala sekolah dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Umum PPUMI sekaligus Pimpinan Yayasan Jabar Quran Indonesia, Munifah Syanwani, menyampaikan bahwa SPPG 1 ini dirancang sebagai model pelayanan terintegrasi antara gizi, ekonomi, dan pemberdayaan sosial.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar pembagian makanan. Kami membangun sistem yang memadukan gizi anak, ibu hamil, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan ekonomi UMKM sekitar,” ungkap Munifah dalam sambutannya.

Munifah menjelaskan, dalam tahap awal, program ini akan menjangkau 7 dapur SPPG terintegrasi yang masing-masing melayani 4.000 penerima manfaat per hari anak dan ibu hamil akan mendapat makanan bergizi setiap harinya. Satu SPPG Dan menerima 50 pegawai tenaga kerja dengan dengan 350 orang di 7 SPPG.

Lahan pembangunan SPPG ini memiliki luas sekitar 462 meter persegi, dengan fasilitas lengkap mulai dari dapur higienis, sistem air siap minum, hingga layanan kesehatan dan edukasi gizi.

“Kami ingin kualitasnya grade A. Mulai dari bahan pangan, cara masak, sampai kebersihan dapur — semua dengan standar premium. Bahkan airnya bisa diminum langsung dari keran, untuk menjamin higienitas,” ujarnya.

Selain itu, Munifah menegaskan bahwa seluruh bahan pangan berasal dari UMKM dan petani lokal, termasuk pasokan telur, sayur, dan beras dari pasar induk sekitar. Hal ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok ekonomi masyarakat setempat.makan

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan instansi vertikal. Staf khusus Kementerian UMKM, Hasbi, hadir langsung dari Jakarta untuk memastikan model SPPG Terintegrasi ini bisa menjadi contoh proyek percontohan nasional.

Menurut data Yayasan Jabar Quran Indonesia, 7 SPPG menyalurkan ke 28.000 anak di wilayah Kecamatan Tanah Sareal yang masuk kategori penerima manfaat potensial. Tahap pertama akan menjangkau sekitar 4.000 anak dari 7 sekolah dan PAUD.

Halaman Selanjutnya
img_title
Rapat Bersama BGN, Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan 570 Dapur MBG