Kabar Baik KPM Tetap Cair Bansos, Pemerintah Siapkan Bantuan Korban Demo!
- kemensos.go.id
Bogor – Keadaan negara yang tidak stabil membuat banyak pertanyaan dari masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Bansos yang saat ini cair telah memasuki tahap ketiga, yaitu Juli - September 2025. Namun, mengingat ramainya aksi protes yang berujung anarkis membuat KPM bertanya apakah penyaluran bantuan tetap berjalan seperti sebelumnya atau justru terganggu.
Berdasarkan informasi dari YouTube Diary Bansos, pencairan bantuan tahap ketiga ini sudah berlangsung sebagian di rekening KPM. Terdapat tiga bank yang sudah mencairkan bansos sejak 30 Agustus 2025 yaitu BSI, BRI dan Mandiri, sedangkan Bank BNI masih belum ada kabar terbaru.
Rincian Bantuan BPNT Tahap Ketiga
BPNT tahap ketiga ini merupakan akumulasi dari tiga bulan:
- Juli 2025 sebesar Rp 200.000
- Agustus 2025 sebesar Rp 200.000
- September 2025 sebesar Rp 200.000
Total pencairan BPNT tahap ketiga adalah Rp 600.000.
Sedangkan untuk kasus tertentu bagi KPM yang baru mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera baru akan mendapatkan pencairan sebesar Rp 1.600.000 dengan rincian sebagai berikut BPNT tahap kedua, Bantuan penebalan BPNT sebesar Rp 400.000 dan BPNT tahap ketiga. Sedangkan pencairan PKH periode September 2025 diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat.
Bantuan untuk Korban Demo
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang disapa Gus Ipul memberikan tanggapan terkait bantuan baru yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada para korban demo. Pada rapat terbatas dengan Presiden di Istana Negara pada Senin 1 September 2025, Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan bahwa:
"Presiden sangat punya perhatian terhadap korban, tidak hanya yang dari sipil, tapi juga dari aparat ada juga yang jadi korban. Serius semua juga. Jadi Presiden punya perhatian khusus, dan memberikan atensi serta beliau akan menindaklanjuti bagaimana membantu para korban," kata Gus Ipul.
Bantuan yang telah disiapkan Presiden mencakup biaya pengobatan, dukungan pendidikan hingga renovasi rumah sesuai kebutuhan masing-masing korban.
"Kalau kita lihat nanti pasti sesuai kebutuhannya, untuk biaya sekolah, mungkin keluarganya, adiknya, orang tuanya. Mungkin juga ada perbaikan rumah atau renovasi rumah atau pembangunan rumah. Semua itu pasti tergantung asesmen. Pada dasarnya presiden akan berikan bantuan yang diperlukan bagi para korban. Dua-duanya ya, masyarakat maupun aparat," jelas Gus Ipul.