Tiga Pelajar Indonesia di Turki Gagas PMPI: Gerakan Kolaborasi untuk Perkuat Ekonomi Pelajar dan Promosi Produk Lokal

Konjen RI Istanbul, Darianto Harsono saat mengunjungi booth PMPI
Sumber :
  • PMPI

Istanbul, Turki, VIVA BogorTiga pelajar Indonesia di Turki menggagas lahirnya gerakan Pengusaha Muda Pelajar Indonesia (PMPI) sebagai wadah kolaborasi antar pelajar untuk memperkenalkan produk lokal Indonesia ke pasar global, sekaligus memperkuat peran pelajar sebagai penggerak ekonomi kreatif. Minggu 12 Oktober 2025.

Jay Idzes Tak Sepakat Komentar Negatif Warganet Terhadap Ketum PSSI

Gerakan ini digagas oleh Alfaridzi Dzakwan (Istanbul Ticaret University), Muthahari A. Ekaputra (Hamidiye High School Istanbul), dan Syauqee A. Adiwijoyo (Imam Hatip International School Izmir). Ketiganya memiliki visi yang sama, yakni menjadikan pelajar Indonesia di luar negeri sebagai agen perubahan ekonomi yang berdaya saing dan berwawasan global.

Membangun Jaringan Bisnis dan Kolaborasi Pelajar

Samurai Biru Taklukkan Brasil 3–2, Jepang Cetak Sejarah Baru di Tokyo

PMPI hadir sebagai ruang bagi pelajar untuk berjejaring, bertukar ide, dan mengembangkan potensi kewirausahaan lintas negara. Melalui pelatihan, pameran, hingga proyek pemasaran bersama, PMPI mendorong pelajar agar aktif mempromosikan produk Indonesia seperti kuliner, kopi, dan kerajinan lokal.

Ketua PMPI, Alfaridzi Dzakwan, menjelaskan bahwa PMPI bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang menghubungkan pelajar dengan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di Indonesia.

Arab Saudi dan Qatar Lolos ke Piala Dunia 2026, Indonesia Gugur di Ronde Keempat

“Kami ingin pelajar di luar negeri ikut berperan dalam memperkenalkan dan memasarkan produk Indonesia. Ini adalah cara kami berkontribusi untuk bangsa,” ujarnya. Sementara itu, Muthahari A. Ekaputra menuturkan langkah awal gerakan ini dimulai dengan pameran dan diskusi kelompok untuk memperluas jejaring serta menumbuhkan jiwa socio-preneur di kalangan pelajar.

“Kami membawa produk-produk seperti rendang, kopi Nusantara dalam hal ini kopi Lahat bumbu khas, dan makanan daerah lainnya agar masyarakat luar mengenal kekayaan kuliner Indonesia, sekaligus mengobati rindu para pelajar dan diaspora,” katanya.

Adapun Syauqee A. Adiwijoyo menegaskan bahwa semangat utama PMPI adalah kolaborasi.

“PMPI bukan milik tiga orang, tapi milik seluruh pelajar Indonesia yang ingin tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bersama,” tegasnya.

Menumbuhkan Jiwa Mandiri dan Kreatif Pelajar Indonesia

Selain memperkenalkan produk lokal, PMPI juga menjadi wadah pembinaan jiwa wirausaha di kalangan pelajar. Melalui berbagai program pelatihan dan diskusi, gerakan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan ekonomi Indonesia.

Cut Emma Mutiara, anggota dewan penasihat PMPI sekaligus Presidium FORHATI Nasional, menilai gerakan ini sebagai contoh nyata peran aktif pelajar Indonesia di luar negeri dalam membawa nama bangsa.

“Dengan semangat global yang mereka miliki, pelajar Indonesia mampu menjadi agen perubahan dan penggerak ekonomi yang berdaya,” ujarnya.

Sinergi PMPI dan PPI

Dalam perkembangannya, PMPI juga menjalin sinergi dengan berbagai lembaga dan komunitas pelajar tingkat global. Beberapa negara telah memiliki Indonesian Promotion Center (IPC), seperti di Singapura yang dikoordinatori oleh Mahatma Eka Putra, dan di Tiongkok oleh Haekal Ahmadinejad.

Jaringan IPC dunia ini menjadi mitra strategis dalam memperkuat promosi produk Indonesia di berbagai kawasan internasional. Kehadiran PMPI diharapkan dapat melengkapi peran IPC dengan memperluas basis pelajar yang memiliki orientasi bisnis dan sosial.

PMPI juga berencana menjalin kolaborasi erat dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di berbagai negara untuk membangun jaringan kuat, menumbuhkan jiwa sociopreneur, dan mencetak pengusaha muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi bangsa.

“PMPI hadir untuk membangun semangat baru pelajar Indonesia agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan berperan aktif dalam pembangunan sosial,” tutur Alfaridzi.

Langkah ke Depan: Berjejaring, Berdaya, dan Mendunia

Dengan slogan “Berjejaring, Berdaya, dan Mendunia”, PMPI menargetkan perluasan jaringan ke negara lain serta pengembangan platform digital yang mempertemukan pelajar, mentor bisnis, dan pelaku usaha kecil dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui inisiatif ini, PMPI berharap menjadi contoh gerakan pelajar Indonesia yang mampu bersinergi dalam membangun ekonomi kreatif dan memperkenalkan produk lokal ke dunia internasional.*