Adab Dahulu Sebelum Ilmu: Pondasi Utama Menuntut Ilmu yang Barakah

Ilustrasi adab murid terhadap Guru
Sumber :
  • AI Generated / Dok. AI via Gemini

1.   Dari Al-Qur'an:

Job Fair Kota Bogor 2025: 40 Perusahaan Buka 2.000 Lowongan, Ribuan Pencari Kerja Serbu Plaza Jambu Dua

      Pelajaran dari Nabi Khidir dan  Musa

Cerita Nabi Musa dan Nabi Khidir (dalam Surah Al-Kahfi ayat 60-82) adalah analogi sempurna. Saat Musa ingin berguru kepada Khidir, syarat pertama yang diajukan Khidir adalah, "Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu." (QS. Al-Kahfi: 70).

Permendikbud 64/2015: Sekolah Wajib Jadi Kawasan Tanpa Rokok, Ini Aturan Lengkapnya

Ini adalah pelajaran tentang adab dalam berguru: patuh dan tidak mendahului penjelasan guru. Ketika Musa akhirnya mempertanyakan tiga tindakan Khidir yang tampak aneh, ia pun gagal untuk melanjutkan perjalanan karena melanggar syarat adab tersebut. Allah mengajarkan kita bahwa kesabaran dan kepatuhan adalah gerbang untuk memahami ilmu yang lebih tinggi.

2.   Dari Hadits Nabi:

Wali Kota Bogor Hadiri Global Forum Urban Food Policy Pact 2025 di Milan

      Tujuan Diutusnya Rasulullah

Nabi Muhammad SAW diutus dengan misi yang jelas. Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad).

Misi utama Rasulullah adalah pendidikan adab dan akhlak bagi umat manusia. Ilmu-ilmu syariat, tauhid, dan segala ajaran Islam lainnya diajarkan dalam kerangka memperbaiki akhlak. Ini menunjukkan bahwa akhlak (adab) adalah tujuan sekaligus pondasi dari semua ilmu.

Mengapa Prinsip Ini Sangat Relevan di Zaman Sekarang?

Di era informasi seperti sekarang, ilmu bisa didapat dengan mudah hanya dengan sekali klik. Namun, justru di sinilah bahayanya. Kita bisa menjadi "kaya ilmu" tetapi "miskin adab". Banyak orang berdebat di media sosial dengan ilmu yang dimilikinya, tetapi caranya penuh dengan cacian dan kesombongan.

Prinsip "adab dahulu sebelum ilmu" mengingatkan kita: 

  • Ilmu untuk Diamalkan, Bukan untuk Disombongkan.
  • Keberkahan Ilmu lebih Penting daripada Kuantitasnya. Ilmu yang sedikit tetapi diamalkan dengan adab yang baik, lebih membawa manfaat daripada ilmu yang banyak tetapi tidak diamalkan atau disalahgunakan.
  • Mencetak Generasi yang Berilmu dan Berhati Lembut. Tujuan pendidikan sejati adalah menciptakan manusia yang tidak hanya pintar, tetapi juga santun, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama.

Mulailah dari Niat dan Adab Sebelum kita membuka buku, menghadiri kelas, atau mencari ilmu di internet, mari bertanya pada diri sendiri: "Sudah benarkah niatku? Sudah siapkah aku menghormati guru dan proses belajar?"

Halaman Selanjutnya
img_title