Sebelum Olahraga, Simak Hal Penting Soal Asupan Zat Besi dan Protein
- Freepik
Jakarta, Viva Bogor – Soal konsumsi protein, itu tergantung siklus makan seseorang. Sebelum melakukan olahraga, anjuran jenis yang bisa dikonsumsi harus mudah dicerna tubuh, seperti telur dan susu.
Memakan protein dalam bentuk kompleks dalam waktu dekat dengan aktivitas olahraga, tidak akan tercerna dengan benar.
“Kalau makanan tidak tercerna, maka dia akan dicerna oleh bakteri, terproduksilah gas, makanya kadang-kadang jadi kembung. Kemudian kalau kembung enggak (terkuras), ada di situ terus, lama-lama juga mengiritasi lambung itu sendiri, jadi muncullah gangguan pencernaan,” kata Ahli Gizi Olahraga, Emilia Achmadi.
Ada juga jendela 45 menit sejak individu selesai olahraga dan waktu konsumsi setelahnya. Pada jendela 45 menit, ujarnya, susu cokelat jadi pilihan yang baik sebab mudah dicerna.
Susu cokelat selama ini, katanya, juga dikenal sebagai minuman olahraga terbaik karena mengandung gula untuk membalikkan glikolen ke dalam otot serta protein. Sedangkan di luar waktu 45 menit itu, daging merah menjadi pilihan terbaik karena mengandung zat besi, zink, B12 dan protein.
“Daging merah menjadi makanan terbaik begitu, tapi sekali lagi bukan berarti yang lainnya kita harus lupakan,“ kata dia. Penting juga peran zat besi yang cukup bagi tubuh. Itu demi memaksimalkan peningkatan performa olahraga.
“Fungsi yang pertama, yang utama adalah zat besi ini di dalam tubuh akan menjadi bagian dari hemoglobin, merahnya darah,” kata Emilia.
Ujar Emilia, zat besi itu mineral penting demi bentuk hemoglobin. Itu bantu mengikat oksigen demi disalurkan ke seluruh bagian tubuh. Apalagi saat olahraga, tubuh butuh lebih banyak oksigen lantaran mengeluarkan tenaga dan mengandalkan otot.
Perlu dipahami, kekurangan zat besi sepanjang olahraga akan turunkan kemampuan hemoglobin mengikat oksigen. Hal itu menimbulkan rasa lemas pada individu terkait.
“Bersamaan dengan vitamin B12, fungsinya adalah membuat energi, membuat tubuh ini bisa membuat energi baru untuk digunakan. Jadi sekali lagi, semakin aktif manusia, maka zat besi itu semakin penting dan tentu semuanya harus seimbang, kita tidak bisa fokus dengan zat besi saja sedangkan yang lainnya tidak,” ujar dia.