Cair Bulan Oktober! KPM Kembali Dapat Bantuan Beras dan Minyak Goreng dari Pemerintah
- palangkaraya.go.id
Lebih lanjut, ia menyebut mekanisme distribusi dan verifikasi dilakukan secara sistematis.
“Nanti setelah ada penugasan dari Badan Pangan Nasional, itu Bulog kan beras atau bisa juga semisal diputuskan minyak goreng oleh Bulog atau ID FOOD, nanti mereka upload ke sistem untuk verifikasi dari BPKP dan tentunya ada BPK juga. Jadi mekanisme ini cukup baik. Ini supaya masyarakat mendapatkan produk yang tepat sasaran, tepat waktu, dan kualitas yang baik. Itu yang kita upayakan terus-menerus,” tutupnya.
Harga Beras dan Minyak Goreng Cenderung Stabil
Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA, harga beras medium dan MinyaKita secara nasional menunjukkan tren yang cukup stabil. Per 21 September 2025, harga beras medium rata-rata menurun dibandingkan seminggu sebelumnya, yakni:
Zona 1: turun dari Rp13.447/kg menjadi Rp13.420/kg
Zona 2: turun dari Rp14.051/kg menjadi Rp14.029/kg
Zona 3: turun dari Rp16.147/kg menjadi Rp15.808/kg
Sementara itu, harga MinyaKita per 21 September masih di level Rp17.463 per liter, atau 11,23 persen lebih tinggi dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp15.700 per liter. Namun secara bulanan, harga MinyaKita turun 0,93 persen dibandingkan sebulan sebelumnya, ketika berada di harga Rp17.529 per liter.
Program bantuan pangan beras dan minyak goreng ini menjadi bukti komitmen pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah memastikan bantuan ini akan tepat sasaran, tepat waktu, dan berkualitas baik, sejalan dengan semangat untuk memperkuat perekonomian rakyat dari bawah.